Sama seperti kehidupan kita, yang tepenting bukanlah hasil akhirnya melainkan proses yang ada di dalamnya. Memang benar hasil akhir itu penting, tetapi jauh lebih penting proses bagaimana kita dapatkan hasil akhir tersebut. Melalui proses tersebut kita dapat belajar banyak hal, melalui proses pula kita dapat menjadi pribadi yang semakin dewasa.
Mudah bagi kita berkata saya siap melalui setiap proses untuk dibentuk seturut kehendak Tuhan. Satuhal yang perlu kita ketahui, sebuah proses itu tidaklah mudah. Untuk menjadi keramik yang cantik, tanah liat harus mengalami banyak proses. Tanah liat mulai di proses dengan dipisahkan dengan batu, kerikil, dan kotoran-kotoran, kemudian dibentuk di atas sebuah meja berputar, dipukul-pukul, ditekan, didorong, sampai bentuknya menjadi cantik. Tidak sampai disitu, setelah dibentuk sebuah tanah liat perlu dibakar dan dijemur beberapa kali untuk menghasilkan keramik yang begitu menawan. Proses yang sangat lama dan menyakitkan. Begitu juga dengan kita, perlu pengorbanan untuk menjadi seorang pribadi yang berkenan di hadapan Allah. Jatuh bangun menghadapi permasalahan hidup, rasa sakit ketika dibersihkan dari segala ego, kebiasaan buruk, kesombongan kita, dan proses-proses yang lain merupakan sesuatu yang harus kita jalani. Sekarang tinggal kitanya, mau tidak menjalani proses pendewasaan diri yang berat ini.
Apa yang dirancangkan Tuhan bagi hidup kita adalah sebuah masterplan yang sempurna bagi setiap kita. Sesakit apapun proses itu, ingatlah bahwa semua itu bertujuan mendatangkan kebaikan bagi kita. Paulus mengingatkan demikian,
Siapakah kamu, hai manusia, maka kamu membantah Allah? Dapatkah yang dibentuk berkata kepada yang membentuknya: “Mengapakah engkau membentuk aku demikian?” (Roma 9 : 20)
sumber : http://www.renunganhariankristen.net/sebuah-proses-kehidupan/
Comments
Post a Comment
thx